Jumat, 27 Oktober 2017

Manusia dan Keadilan

Manusia dan Keadilan

A.   Pengertian Keadilan

Keadilan dalam bahasa sebenarnya adalah memberikan sesuatu pada tempatnya.
adil bukan berarti sama rata, melainkan memberikan sesuatu pada orang yang tepat sesuai dengan aturan yang berlaku.
Ada beberapa macam pengertian yang diungkapkan oleh para ahli ilmu kemanusiaan:
a.       Aristoteles
Keadilan merupakan tindakan yang memberikan sesuatu kepada orang yang memang menjadi haknya.
b.      Frans Magnis Suseno
Keadilan adalah  keadaan dimana sesama manusia saling menghargai hak dan kewajiban masing-masing yang membuat keadaan menjadi harmonis.
c.       Thomas Hubbes
Keadilan adalah sebuah keadaan dimana ada suatu perjanjian yang kemudian isi perjanjian tersebut dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa berat sebelah.
d.      Plato
Keadilan adalah mematuhi semua hukum dan perundangan yang berlaku.

B.   Keadilan Sosial

Keadilan sosial adalah sebuah konsep yang membuat para filsuf terkagum-kagum sejak Plato membantah filsuf muda, Thrasymachus, karena ia menyatakan bahwa keadilan adalah apa pun yang ditentukan oleh si terkuat. Dalam Republik, Plato meresmikan alasan bahwa sebuah negara ideal akan bersandar pada empat sifat baik: kebijakan, keberanian, pantangan (atau keprihatinan), dan keadilan.
Penambahan kata sosial adalah untuk membedakan keadilan sosial dengan konsep keadilan dalam hukum.
Keadilan sosial juga merupakan salah satu butir dalam Pancasila.

“Keadilan sosial ialah suatu masyarakat atau sifat suatu masyarakat adil dan makmur,
berbahagia buat semua orang, tidak ada penghinaan, tidak ada penindasan, tidak ada penindasan, tidak ada penghisapan. - exploitation de l’homme par l’homme.”

C.   Berbagai Macam Keadilan

Macam-Macam Keadilan.
a. Keadilan menurut Aristoteles
a.       Keadilan Komunikatif adalah sebuah sikap yang didasarkan pada ketulusan dimana kita tidak memandang siapa yang telah berjasa pada kita.
b.      Keadilan Distributif adalah sikap keadilan dimana kita mempertimbangkan mengenani jasa yang diberikan kepada kita atau masyarakat umum.
c.       Keadilan Konvensional ialah suatu sikap keadilan dimana kita mau mematuhi aturan UU yang berlaku.
d.      Keadilan Perbaikan ialah suatu keadilan untuk orang yang telah mencemarkan nama baik.
e.       Keadilan Kodrat Alam adalah keadilan yang sesuai dengan kodrat alam yang berlaku.

b. Keadilan menurut Plato
a.       Keadilan Moral dimana sebuah keadilan dapat menyeimbangkan antara kewajiban dan hak manusia.
b.      Keadilan Prosedural adalah keadilan yang didasarkan pada perbuatan manusia sesuai dengan aturan atau tata cara yang berlaku.

D.   Kejujuran

Jujur atau kejujuran mengacu pada aspek karakter, moral dan berkonotasi atribut positif dan berbudi luhur seperti integritas, kejujuran, dan keterusterangan, termasuk keterusterangan pada perilaku, dan beriringan dengan tidak adanya kebohongan, penipuan, perselingkuhan, dll Selain itu, kejujuran berarti dapat dipercaya, setia, adil, dan tulus. Kejujuran dihargai di banyak budaya etnis dan agama

CARA AGAR BISA JUJUR

Agar bisa jujur, kita membutuhkan pedoman moral yang kuat. Tapi sayangnya, banyak orang lebih mementingkan penampilan luar daripada standar moral mereka. Hasilnya, mereka merasa boleh saja tidak jujur kalau situasinya cocok. Buku The (Honest) Truth About Dishonesty menulis, ”Sebenarnya kita tahu kita berbohong, tapi kita menganggap itu masih wajar dan merasa bahwa kita orang yang cukup jujur.

Kejujuran adalah kebijakan terbaik" adalah pepatah dari Benjamin Franklin

            Manfaat kejujuran :

1. Kejujuran mendatangkan kebahagiaan
2. Kejujuran mendatangkan simpati
3. Kejujuran mendatangkan ketenangan
4. Kejujuran mendatangkan pahala
5. Kejujuran mendatangkan rasa percaya diri
6. Kejujuran mendatangkan kedamaian
7. Kejujuran menciptakan keluarga yang nyaman
8. Menghindarkan seseorang dari tuduhan-tuduhan yang merugikan

E.   Kecurangan

Kecurangan atau curang Penggunaan tipu daya, muslihat, atau pemutarbalikan kebenaran secara sengaja.

Unsur-unsur dari kecurangan (keseluruhan unsur harus ada, jika ada yang tidak ada maka dianggap kecurangan tidak terjadi) adalah:
a.       Harus terdapat salah pernyataan (misrepresentation)
b.      dari suatu masa lampau (past) atau sekarang (present)
c.       fakta bersifat material (material fact)
d.      dilakukan secara sengaja atau tanpa perhitungan (make-knowingly or     recklessly)
e.       dengan maksud (intent) untuk menyebabkan suatu pihak beraksi.
f.       Pihak yang dirugikan harus beraksi (acted) terhadap salah pernyataan tersebut (misrepresentation)
g.       yang merugikannya (detriment).

Faktor-faktor perbuatan curang:

a.       Lemahnya iman
b.      Ketiadaan ikhlas dalam melakukan aktifitas
c.       Ambisi mengumpulkan pundi-pundi harta kekayaan dengan berbagai macam cara.
d.      Lemahnya pengawasan orang-orang yang berwenang untuk melakukan pengawasan terhadap orang-orang yang berada di bawah tanggungjawabnya.
e.       Tidak adanya kesungguhan.
f.       Berteman dengan orang-orang yang suka berbuat curang
g.       Lemahnya pendidikan yang ditanamkan sejak kecil di rumah atau di sekolah.
h.      Kurang percaya diri.
i.        Sikap bergantung kepada orang lain dan malas menerima tanggung jawab.
j.        Tidak adanya sistem hukum yang efektif untuk membuat jera para pelaku kecurangan.
.
Dampak negatif perbuatan curang :

a.       Orang yang melakukan kecurangan dan orang yang meridhainya akan mendapat dosa.
b.      Manusia akan membenci orang yang suka berbuat curang dan tidak mau bergaul dengannya.
c.       Perbuatan curang merupakan perbuatan khianat kepada umat dan sikap mensia-siakan amanah.
d.      Perbuatan curang termasuk salah satu sifat orang-orang munafik.
e.       Perbuatan curang akan menghilangkan keberkahan.
f.       Perbuatan curang akan melemahkan kepercayaan orang lain.
g.       Perbuatan curang akan menjadi faktor kegagalan masyarakat dalam semua bidang.
h.      Zalim kepada orang lain.
i.        Melemahkan pencapaian ilmu dan kemampuan
j.        Menciptakan permusuhan dan kebencian antar kaum.
k.      Mendapatkan harta haram dari cara-cara yang curang.
l.        Terjerumus pada sikap meremehkan pengawasan Tuhan

F.    Perhitungan (HISAB) dan Pembalasan

Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain, reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertaqwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari pentah Tuhan pun diberikan pembalasan dan pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan dineraka.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan mennimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia lain.
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa
perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, dan tingkah laku yang seimbang. Pembalasan Frontal dengan melakukan serangan langsung seperti kata-kata kasar bahkan perlawanan fisik Perhitungan di muka hukum dengan menaaati peraturan bersaing dimuka hukum antara yang dilaporkan dan pihak pelapor.

G.  Pemulihan Nama Baik

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Penjagaan nama baik erat hubunganya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau bisa dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan – perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.

Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodratnya manusia, yaitu:
a.       Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk moral.
b.      Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.


Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang telah diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak. Oleh karena itu, tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia, untuk itu, orang harus bertingkah laku dan berbuat sesuai dengan ahlak yang baik.

Manusia dan Penderitaan

Manusia dan penderitaan

A.   Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Jadi Penderitaan merupakan menanggung sesuatu yang tidak meyenangkan. Penderitaaan dapat muncul secara lahiriah, batiniah atau lahir-batin.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan agar manusia sadar dan tidak memalingkan dari-Nya. Dan penederitaan yang dialami seseorang harusnya menjadi bahan intropeksi dirinya untuk senantiasa menyadi hal hal yang ia lakukan.

B.   Siksaan

Siksaan merupakan bentuk dari penderitaan yang terjadi secara fisik atau jasmani dan juga rohani. Siksaan atau penyiksaan ( torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan tidak memeberi dampak baik terhadap korban bahkan mampu merusak jasmani dan mental yang akan membuat dirinya merasa makin lemah. siksaan hanya akan menimbulkan rasa dendam dari diri korban terhadap pelaku. Namun era saat ini penyiksaan bukan lagi soal fisik namun psikis yang disiksa secara halus tidak ada kontak fisik sedikitpun yang pada akhirnya menimbulkan rasa ketakutan yang berlebih yang lambat laun akan mengganggu kondisi kejiwaan mereka, yang merupakan salah satu penyebab orang pada khirnya memutuskan untuk bunuh diri.\

C.   Kekalutan mental

kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
a.       Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
b.      terjadinya konflik sosial budaya
c.       cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial
Beberapa gejala depresi lain yang juga berkontribusi bagi kekalutan mental antara lain:
1.      Kurang berenergi
2.      Letih
3.      Sulit berkonsentrasi
4.      Perhatian menurun
5.      Isolasi

Namun jika kita sudah mengalami kekalutan mental yang harus kta lakukan :
a.       Menjaga kesehatan mental
b.      Mengenal hal dala hidup yang tidak dapat terkendali.
c.       Perhatikan perasaan, kekhawatiran, dan reaksi Anda lalu ceritakan kepada orang lain.
d.      Bersikap luwes dan berekspektasi
e.       Belajar untuk bilang “tidak”
f.       Lakukan hal yang anda sukai
g.       Tertawalah
h.      Pikirkan hal yang anda dapat syukuri
i.        Lakukan hal yanda sukai

D.   Penderitaan dan Perjuangan

Penderitaan akan selalu ada dalam menjalani hidup ini namun bukan berarti kita harus terus menerus mensikmati atau hanya berdiam diri menghadapi penderitaan yang kita alami, kita harus mencari solusi mencari cara untuk melepaskan penderitaan itu. Maka dari itu harus ada perjuangan dalam menghadapi penderitaan agar kita mampu mengatasi segala sesuatu yang terjadi. Karena dalam hidup tuhan senantiasa menguji umat umatnya. Manusia diciptakan untuk menjalani skenario tuhan jika dikaitkan dengan agama namun jika kita berpikir secara logika segala sesuatu yang kita bperbuat berdampak pada diri kita sendiri akhirnya.
Contohnya, jika seseorang di vonis sakit kanker payudara oleh seorang dokter, yang ia lakukan tidak boleh berdiam diri dan mnyesali dirinya atas penderitaan yang ia alami namun sebaliknya ia harus teteap semangat, mencari pengobatan yang disaranakan dokter, terus berdoa kepada tuhan, bergabung bersama yayasan yang memiliki pasien yang sama. Agar ia mampu tegar dalam emnghadap pendertiaannya, bentuk diatas solusi ditas merupakan bentuk perjuangan yang mustinya ia lakukan. Karena jika ia hanya berdiam diri hanya akan melemahkan dirinya.

E.   Penderitaan, Media massa, dan Seniman

Dalam zaman serba modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya mensejahterakan manusia dan senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan manusia.
Hal ini sudah terjadi seperti
a.        bom atom di Hirosima dan Nagasaki,
b.       kebocoran reactor nuklir di Uni Soviet ,
c.        kebocoran gas beracun di India,
d.       penggunaan peluru kendali dalam perang Irak
e.       Fukushima terjadi ledakan reactor nuklir yang menyebabkan radiasi nuklir yang membahayakan kesehatan manusia,akibatnya masyarakat sekitar yang tinggal di daerah tersebut harus di ungsikan ke tempat yang jauh dari daerah terkena radiasi.

Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah, kecelakaan, bencana alam, bencana perang dal lain – lain. Contoh tenggelamnya kapal tampomas dua diperairan masalembo, jatuhnya pesawat Hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet, meletusnya gunung galunggung dan perak irak dan iran.

Berita mengenai penderitaan silih berganti mengisi lembaran Koran, berita di televisi, radio, dengan maksud supaya orang yang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Nyatanya tidak sedikit bantuan yang datang dari dermawan dan sukarelawan berupa material dan tenaga untuk meringankan dan menyelamatkan mereka dari musibah ini. Media massa adalah salah satu alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa – peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat.
Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

F.    Penderitaan dan Sebab – Sebabnya

            Sebab-sebab timbulnya penderitaan manusia :

A.     Penderitaan yang timbul kaerena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk.
Karena perbuatan buruk antara sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita mislalnya : suami yang menyiksa istrinya (KDRT)
Perbuatan buruk manusia terhadap lingkuangan juga menyebabkan penderitaan manusia, misalnya : musibah tsunami di Aceh

B.     Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab tuhan. Namun kesabaran, tawakal dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.

G.  Pengaruh Penderitaan

a.        Pengaruh Negatif
Orang yang mengalami penderitaan mungkin memperoleh pengaruh bermacam- macam sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap negatif, misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri.
b.       Pengaruh Positif
Orang yang mengalami penderitaan mungkin juga akan memperoleh sikap positif dalam dirinya. Sikap positif adalah sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan hanya rangkaian penderitaan, melaikan juga perjuangan membebaskan diri dari penderitaan. Penderitaan juga bisa menjadi introspeksi diri.

Cara mengatasi penderitaan
1. memulai sesuatu hal dengan hal yang baik
2. lebih mendekatkan diri pada Tuhan.

3. jalani hidup dengan optimis

Manusia dan Keindahan

Manusia dan Keindahan
A.   Keindahan
Apa yang pertama kali terlintas di benak kita jika mendengar kata indah ?

Kata indah merupakan suatu persepsi seseorang akan suatu objek yang ia lihat. Jika kita mengatakan satu hal bahwa hal itu indah tapi sebagian orang lain belum tentu beranggapan sama. bisa dikatakan sifat nya relatif.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya. Keindahan juga bersifat universal, artinya tak terikat oleh selera perorangan, waktu, tempat atau daerah tertentu, bersifat menyeluruh. Segala sesuatu yang mempunyai sifat indah antara lain segala hasil seni, pemandangan alam, manusia dengan segala anggota tubuhnya dan lain sebagainya.
Namun erat kaitan nya manusia dengan keindahan. Secara fisik contohnya keindahan muncul ketika seseorang dikatakan cantik, tampan, manis, dan masih banyak lain nya. Yang menjadi dasara pujian manusia terhadap manusia lain dlam hal keindahan didasarkan oleh.  kombinasi dari Inner Beauty (keelokan yang ada di dalam), yang meliputi faktor-faktor psikologis seperti kepribadian, kecerdasan, keanggunan, kesopanan, kharisma, integritas, dan kesesuaian, dan Outer Beauty (keelokan yang ada di luar), yaitu daya tarik fisik yang meliputi faktor fisik, seperti kesehatan, kemudaan, simetri wajah, dan struktur kulit wajah. Bukan berarti ada manusia yang buruk rupa, karena manusia diciptakan oleh Tuhansebagai makhluk yang paling semupurna dan sifat –sifat diatas hanyalah sebuah penilaian manusia semata.
penentuan terakhir tantang keindahan selalu bertumpu pada 2 (dua) aspek, yaitu ada sesuatu yang indah misalnya berbeda dan ada yang melihat, mengamati, memandang, serta menghayati keindahan benda tersebut. Oleh karena itu, hakekat keindahan yang paling esensial sangat ditentukan antara lain oleh :
a.       Rasa menyenangkan dan menimbulkan rasa senang.
b.      Adanya hubungan antara bagian-bagian sebagai suatu keseluruhan (obyek, sub okyeb,subyek,sub subyek,subyek-obyek, dan obyek-subyek) sebagai suatu kesatuan didalam suatu keseluruhan.
c.       Tercakup unsur kebaikan, sehingga dapat memupuk rasa kemoralan.
d.      Sebaliknya antara keindahan dan kebaikan tidak  saling berhubungan namun memiliki keterdekatan. Karena intisari mutlak dari hakekat yang indah itu harus baik, mengandung keharmonisan, nyata dan teraga, berguna serta lebih bermanfaat.
e.       Harus terkait dengan nilai-nilai spiritual, moral, dan agama.

Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut.

B.   Renungan
            Renungan berasal dari kata renung artinya memikirkan sesuatu jadi, renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal. Namun dalam kegiatan nya disebutkan merenung yang artinya aktifitas berfikir mendalam (deep thinkings). Merenung seringkali kita lakukan fungsi nya untuk mengintropeksi diri kita terhadap apa yang sudah kita perbuat dan memikirkan apa yang akan kita perbaiki nantinya. Karena dalam hidup kita tak lepas dari khilaf dan dosa maka merenung jadi solusi untuk melihat siapa diri kita dan apa yang kita lakukan selama ini.
Hikmah merenung :
a.       Sebagai alat mempertajam pikiran & mengasah ingatan.
b.      Mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan bertindak.
c.       Akan timbul ide-ide cemerlang tak terduga.
d.      Sebagai alat untuk memperhalus & memperbaiki budi pekerti pribadi.
e.       Berpotensi memiliki sifat manusia dari sudut pandang Psikologis berdasarkan alat indra (Visual, Audio, & Kinestetik) & kepribadian (Korelis, Sanguinis, Melankolis, & Plegmatis) secara sekaligus & merata.
f.       Berpotensi tenang dalam menghadapi masalah
g.       Berpotensi bisa memahami & menyadari potensi diri

C.   Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi kata dasar rasi yang artinya cocok, kena benar dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Keserasian merupakan bagian atau yang dapat mewujudkan keindahan. Karena jika tampak serasi segala sesuatu yang tampak oleh mata manusia akan menjadikan nya indah.
Keserasian adalah kecocokan yang mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan kesimbangan, yang terdiri dari:
a.       Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptak nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.Pendukung teori objectif adalah Plato, Hegel
b.      Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry
c.       Teori Perimbangan dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, pelimpahan dan pengungkapan perasaan
d.      Asas Keserasian mengandung pengertian harmoni dalam interaksi antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang berwawasan lingkungan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan bermanfaat tinggi.


Dessy's Graduation