Jumat, 27 Oktober 2017

Manusia dan Keindahan

Manusia dan Keindahan
A.   Keindahan
Apa yang pertama kali terlintas di benak kita jika mendengar kata indah ?

Kata indah merupakan suatu persepsi seseorang akan suatu objek yang ia lihat. Jika kita mengatakan satu hal bahwa hal itu indah tapi sebagian orang lain belum tentu beranggapan sama. bisa dikatakan sifat nya relatif.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya. Keindahan juga bersifat universal, artinya tak terikat oleh selera perorangan, waktu, tempat atau daerah tertentu, bersifat menyeluruh. Segala sesuatu yang mempunyai sifat indah antara lain segala hasil seni, pemandangan alam, manusia dengan segala anggota tubuhnya dan lain sebagainya.
Namun erat kaitan nya manusia dengan keindahan. Secara fisik contohnya keindahan muncul ketika seseorang dikatakan cantik, tampan, manis, dan masih banyak lain nya. Yang menjadi dasara pujian manusia terhadap manusia lain dlam hal keindahan didasarkan oleh.  kombinasi dari Inner Beauty (keelokan yang ada di dalam), yang meliputi faktor-faktor psikologis seperti kepribadian, kecerdasan, keanggunan, kesopanan, kharisma, integritas, dan kesesuaian, dan Outer Beauty (keelokan yang ada di luar), yaitu daya tarik fisik yang meliputi faktor fisik, seperti kesehatan, kemudaan, simetri wajah, dan struktur kulit wajah. Bukan berarti ada manusia yang buruk rupa, karena manusia diciptakan oleh Tuhansebagai makhluk yang paling semupurna dan sifat –sifat diatas hanyalah sebuah penilaian manusia semata.
penentuan terakhir tantang keindahan selalu bertumpu pada 2 (dua) aspek, yaitu ada sesuatu yang indah misalnya berbeda dan ada yang melihat, mengamati, memandang, serta menghayati keindahan benda tersebut. Oleh karena itu, hakekat keindahan yang paling esensial sangat ditentukan antara lain oleh :
a.       Rasa menyenangkan dan menimbulkan rasa senang.
b.      Adanya hubungan antara bagian-bagian sebagai suatu keseluruhan (obyek, sub okyeb,subyek,sub subyek,subyek-obyek, dan obyek-subyek) sebagai suatu kesatuan didalam suatu keseluruhan.
c.       Tercakup unsur kebaikan, sehingga dapat memupuk rasa kemoralan.
d.      Sebaliknya antara keindahan dan kebaikan tidak  saling berhubungan namun memiliki keterdekatan. Karena intisari mutlak dari hakekat yang indah itu harus baik, mengandung keharmonisan, nyata dan teraga, berguna serta lebih bermanfaat.
e.       Harus terkait dengan nilai-nilai spiritual, moral, dan agama.

Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut.

B.   Renungan
            Renungan berasal dari kata renung artinya memikirkan sesuatu jadi, renungan adalah pembicaraan diri kita sendiri atau pembicaraan dalam hati kita tentang suatu hal. Namun dalam kegiatan nya disebutkan merenung yang artinya aktifitas berfikir mendalam (deep thinkings). Merenung seringkali kita lakukan fungsi nya untuk mengintropeksi diri kita terhadap apa yang sudah kita perbuat dan memikirkan apa yang akan kita perbaiki nantinya. Karena dalam hidup kita tak lepas dari khilaf dan dosa maka merenung jadi solusi untuk melihat siapa diri kita dan apa yang kita lakukan selama ini.
Hikmah merenung :
a.       Sebagai alat mempertajam pikiran & mengasah ingatan.
b.      Mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan bertindak.
c.       Akan timbul ide-ide cemerlang tak terduga.
d.      Sebagai alat untuk memperhalus & memperbaiki budi pekerti pribadi.
e.       Berpotensi memiliki sifat manusia dari sudut pandang Psikologis berdasarkan alat indra (Visual, Audio, & Kinestetik) & kepribadian (Korelis, Sanguinis, Melankolis, & Plegmatis) secara sekaligus & merata.
f.       Berpotensi tenang dalam menghadapi masalah
g.       Berpotensi bisa memahami & menyadari potensi diri

C.   Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi kata dasar rasi yang artinya cocok, kena benar dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Keserasian merupakan bagian atau yang dapat mewujudkan keindahan. Karena jika tampak serasi segala sesuatu yang tampak oleh mata manusia akan menjadikan nya indah.
Keserasian adalah kecocokan yang mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan kesimbangan, yang terdiri dari:
a.       Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptak nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.Pendukung teori objectif adalah Plato, Hegel
b.      Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda. Pendukung nya adalah Henry Home, Earlof Shaffesburry
c.       Teori Perimbangan dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, pelimpahan dan pengungkapan perasaan
d.      Asas Keserasian mengandung pengertian harmoni dalam interaksi antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang berwawasan lingkungan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan bermanfaat tinggi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dessy's Graduation