Sabtu, 23 September 2017

Manusia dan Kebudayaan

ILMU BUDAYA DASAR
A. Pengertian Manusia
      Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Itu yang membedakan manusi dengan makhluk lainnya yang ada di bumi ini. Sehingga keberadaan manusia sangat menentukan apa yang akan terjadi pada bumi di masa mendatang, manusia lah yang bertanggung jawab akan hal itu. Sehingga manusia hidup bersama dan saling mendukung dan membantu satu sama lain yang kita ketahui bahwa manusia itu ialah makhluk sosial.
Manusia yang dikenal sebagai makhluk sosial yang artinya manusia tidak dapat berdiri sendiri, manusia membutuhkan bantuan atau interaksi satu sama lain dalam melakukan tugas atau kegiatan sehari- harinya dalam menjalani kehidupannya.
           Manusia memiliki beragam arti seperti dijelaskan oleh beberapa ahli berikut :
1.      Paula J. C. & Janet W. K.
Menurut Paula J. C. & Janet W. K. Manusia merupakan makhluk yang terbuka, bebas memilih makna di dalam setiap situasi, mengemban tanggung jawab atas setiap keputusan, yang hidup secara berkelanjutan, serta turut menyusun pola hubungan antar sesama dan unggul multidimensional dengan berbagai kemungkinan.
2.      Omar Mohammad Al – Toumi Al – Syaibany
Menurut Omar Mohammad Al – Toumi Al – Syaibany, pengertian manusia adalah makhluk yang mulia. Masuia merupakan makhluk yang mampu berpikir, dan menusia merupakan makhluk 3 dimensi (yang terdiri dari badan, ruh, dan kemampuan berpikir / akal). Manusia di dalam proses tumbuh kembangnya dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor keturunan dan faktor lingkungan.
3.      Agung. P. P.
Menurut Agung P. P., Manusia dapat diartikan sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, yang tersusun atas kesatuan fisik, ruh / jiwa, dan akal pikiran yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan lingkungannya.
Kesimpulan :
            “Manusia ialah makhluk paling sempurna yang diciptakan tuhan, yang memiliki akal budi berbeda dengan makhluk lainnya, manusia juga sebagai makhluk sosial yang pada dasarnya saling membutuhkan satu sama lainnya.”


B. Hakekat Manusia
            Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang selalu berkembang dengan pengaruh  lingkungan sekitarnya karena makhluk utuh ini memiliki potensi pokok yang terdiri atas jasmani, akal, dan rohani. Hal lain yang menjadi hakikat manusia adalah mereka berkecenderungan beragam. Sebagai makhluk ciptaan tuhan yang memiliki potensi pokok paling banyak, manusia menjadi menarik untuk diteliti. Manusia yang sebagai subjek kajian mengkaji manusia sebagai objek kajiannya dalam hal karya, dampak karya terhadap dirinya sendiri, masyarakat dan lingkungan hidupnya. Jadi hakekat manusia adalah kebenaran atas diri manusia itu sendiri sebagai makhluk yang diciptakan oleh tuhan.

C. Kepribadian Bangsa Timur
                     
                        
            Manusia dimuka bumi ini sangat beragam berasal dari berbagai suku, ras, agama, dan bangsa. Setiap wilayah memiliki kepribadian yang tentu berbeda satu sama lainnya. Indonesia yang merupakan bagian dari bangsa timur memiliki kepribadian dan keseharian yang berbeda tentunya dengan bangsa barat. Setiap bangsa memiliki ciri yang menonjolkan dirinya.
Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat: Hospitality, Hardworking, Religius & Well Cultred, Respect for Elders, Deligent, Attached to Norm, Strong Family Ties.
Bangsa timur identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam, berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit.. Pada umumnya kepribadian bangsa timur adalah sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan norma, etika serta adat istiadat yang ada.
Namun saat ini arus globalisasi yang semakin luas dan informasi yang terus berkembang sehingga pertukaran budaya bangsa terjadi dengan cepat khususnya mudah nya bangsa barat memasuki bangsa timur yang berdampak pada perubahan sikap, budaya, norma dan lain sebagianya yang menggerus budaya timur yang ada. Sehingga, sebagai oarang timur kita seharusnya menjadikan globalisasi sebagai dampak yang postif dan tetap menjaga apa yang sudah menjadikan kita sebagai bangsa timur yang dikenal dahulu.

D. Pengertian Kebudayaan
                                              
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Kebudayaan secara umum merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Menurut beberpa ahli, kebudayaaan ialah
-Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat. (Edward B. Taylor).
-Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.( Ki Hajar Dewantoro)

E. Unsur – Unsur Kebudayaan
            Ada beberapa pernyataan tentang unsur – unsur  kebubudayaaan :
1.      Melvile J. Herkovist, unsur – unsur kebudayaan terdiri atas
a.       alat –alat teknologi
b.      sistem ekonomi
c.       keluarga
d.      kekuasaan politik
2.      Bronislaw Malinowski
a.       sistem norma – norma yang memungkinakan kerjasama antar anggota masyarakat agar mengetahui alam sekelilingnya
b.      organisasi ekonomi
c.       alat pendidikan
d.      organisasi kekuatan
3.      Kluckhohn
a.       sistem religi
b.      sistem pengetahuan
c.       sistem mata pencaharian hidup
d.      sistem peralatan hidup atau teknologi
e.       organisasi kemasyarakatan
f.       bahasa
g.       kesenian
F. Orientasi Nilai Budaya
              
            Kerangka Kluckhohn tentang lima masalah dasar hidup yang menentukan orientasi nilai budaya manusia
1.      Hakikat hidup
Dalam hidup manusia ada hal baik atau buruk yang akan dialami sehingga manusia agar selalu berikhtiar untuk menjadi baik.
2.      Hakikat karya
Karya merupakan nafkah hidup yang akan menentukan kedudukan, dan kehormatan seseorang.
3.      Persepsi manusia tentang waktu
Manusia senantiasa berpikir atau berorintasi pada waktu yang menjadi pengalaman nya, menjadi kan masa lalu sebagai pedoman, dan saat ini sebagai pekarjaan, dan masa depan sebagai tujuan.
4.      Pandangan manusia terhadap alam
Manusia memiliki hasrat untuk menguasai alam sekitarnya, namun manusia harus tunduk kepada alam dengan senantiasa menjaga alamnya.
5.      Hakikat hubungan antar manusia
Orientasi kolateral : rasa ketergantungan terhadap sesama
Orientasi vertikal : rasa ketergantungan pada atasan atau yang berpangkat
Indivudlisme, menilai tinggi usaha atas kekukatan sendiri
G. Perubahan Kebudayaan
                                
            Seiring dengan berjalan nya waktu dan teknologi yang semakin canggih dan maju di era globalisasi saat ini, menjadikan mudahnya asing menguasai lokal dengan budaya mereka yang mana saja bisa masuk dan sangat mudah diterima semua kalangan yanag perlahan lahan menggerus kebudayaan lokal yang semakin ditinggalkan oleh masyarakat.Faktor yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal. Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negranya.
           
            Saat ini budaya kita sedikit demi sedikit mulai menghilang, contohnya cara kita berpakaian, dimana orang timur yang dikenal berpenampilan sopan dan tertutup namun kini mengenakan pakain terbuka dengan santai nya dan tidak memiliki rasa malu dan sudah menjadi kebiasaan yang mudah diterima oleh masyarakat. Selain itu dari segi makanan, masyarakat saat ini suka sekali dengan produk impor,contohnya Mc. Donalds, KFC, dan sebagainya mereka berfikir bahwa hal itu modern higenis, praktis. Sehingga masyarakat menganggap bahwa makanan tradisional sebagai hal yang kuno dan dianggap kampungan sekali, jarang sekali anank cucu kita memintanya.
Dampak hubungan yang diakibatkan oleh globalisasi dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok besar, yakni :
a.       akan terjadinya keguncangan budaya (cultural shock).Keguncangan budaya ini merupakan dampak yang paling berat dirasakanoleh masyarakat.
b.      Ketimpangan kebudayaan (cultural lag) yang merupakan perbedaan antara wujud dengan nilai kebudayaan yang diserap.
c.       Dampak tersebut akan memperkaya kehidupan kebudayaan bangsa kita. Dampak yang terakhir ini bersifat positif, karena didalamnya akan terkandung kemampuan masyarakat untuk menyerapkebudayaan dari luar menjadi kebudayaan baru masyarakat yang bersangkutan.
Oleh karena itu, tugas utama kaum muda terpelajar saat ini harus dibenahi bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama bangsa. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleh negara lain.
H. Kaitan Manusia dan Kebudayaan
                      
            Manusia juga dalam kesehariannya tidak akan lepas dari kebudayaan karena manusia adalah pencipta dan pengguna kebudayan itu sendiri. Hubunganyang erat antara manusia (terutama masyarkat) dan kebudayaan lebih jauh telah diungkapkan oleh Melvilie J. Herkovits dan Bronislaw Melllinowski,  yang mengungkapkan bahwa cultursl determinsm yang berarti segala sesuatu yang terdapat dalam masyakarat ditentukan adanya oleh kebudyaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.
              

Kebudayaan memiliki peran sebagai :
1.      Hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya
2.      Wadah unutuk menyalurkan perasaan dan kemampuan
3.      Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia, termasuk memenuhi kebutuhan hidupnya
4.      Pembeda manusia dengan  makhluk lainnya
5.      Petunjuk dimana manusia berprilaku dan bertindak di dalam pergaulan
6.      Pengaturan agar manusia dapat mengerti bagaimana bertindak, berbuat, menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain
7.      Sebagai modal dasar pembangungan



DaPus



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dessy's Graduation